Palmerah sore ini

Palmerah sore ini becek. Tadi memang dilanda hujan musim kemarau, tapi kini tinggal beceknya saja. Udara dipenuhi klakson yang memekak, dan asap rokok dari mulut-mulut orang yang berbicara. Mengobrol seperti teman lama, meski tak tahu nama, dan mungkin tidak pernah bertemu lagi. Cuma orang-orang asing yang kebetulan garis hidupnya berpotongan.

Dan saya duduk, menunggu. Entah kenapa, ada sesuatu yang menentramkan dalam suasana seperti ini. Tidak perlu musik di kuping, dan tidak perlu buku di tangan. Bukan suasana yang penting, mungkin terjadi setiap hari di berbagai sudut ibukota.

Tapi adegan tadi mungkin tidak terbiasa untuk kepala-kepala yang menunduk, tersedot dalam dunia sekian inci, berusaha mengabaikan apa yang ada di sekeliling. (Ironisnya, saya pun asik menunduk saat menulis ini.)

Palmerah sore ini becek. Yang menempel di sepatu, yang terbawa ke manapun seterusnya saya pergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s